Ahaddiini menyampaikan kunci perempuan dalam mengoptimalisasikan era 4.0 adalah dengan mempunyai 2 modal utama.
"Pertama adalah dengan pemberdayaan perempuan, baik penguasaan keterampilan yang meliputi keterampilan sosial, emosional, dan skill. Kedua, harus melek digital meliputi pendidikan digital yang inklusif dan transformatif," ujar Ahaddiini yang juga sebagai Founder Perempuan Bergerak by Hayy Maahayaa ini.
Menurutnya, meski penerapannya tidak mudah karena terbentur dengan kesenjangan digital perempuan, sebab keterkaitan budaya patriarki yang mencakup norma dan konstruksi sosial, namun akan banyak dampak positif jika optimalisasi peran generasi milineal di era 4.0 dapat berhasil diterapkan.
"Di antaranya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah ataupun negara, memberikan peluang lebih besar dalam menghadapi tantangan pembangunan dan kemanusiaan, serta perempuan akan lebih mudah terjun di berbagai macam bidang usaha baru di masa depan yang mengutamakan sains dan teknologi," paparnya.










