Komisi III DPRD Situbondo saat meninjau pembangunan paseban Besuki.
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Komisi III DPRD Situbondo meinjau pembangunam Alun-Alun Besuki, Rabu (29/05/2024). Komisi yang menangani pembangunan itu menyoroti lantai paseban yang tidak mencerminkan ciri khas besuki sebagai kawasan heritage atau daerah unik dan bernilai sejarah.
Pemugaran alun-alun ini dikerjakan oleh PT Hasil Karya dengan nilai sekitar Rp2,8 miliar. Ketua Komisi III DPRD Situbondo, Arifin, mengatakan, "Berdasar peraturan daerah RTRW yang baru, Besuki disematkan sebagai Kota Heritage, pembangunan pasebannya tidak menunjukkan estetika itu."
BACA JUGA:
- DPRD Situbondo Sahkan Perda KTR dan Penataan Desa: Lindungi Kesehatan Tanpa Matikan Ekonomi
- Rapat Paripurna LKPJ Bupati Situbondo 2025 Hasilkan 21 Rekomendasi Strategis
- Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah, DPRD Situbondo Godok Raperda Insentif Investasi
- DPRD Situbondo Cabut 22 Perda dan Sahkan 4 Raperda Baru
Ia menyebut, ciri khas dari tradisi besuki harus dilestarikan, "Detail bangunan harus diperhatikan, seperti lantai paseban menggunakan granit. Seharusnya tegel atau mermer, jaga klasiknya, granit itu modern,"
Untuk memastikan pembangunan itu sesuai dengan semangat dan ciri khas besuki, ia akan memanggil pihak terkait, "Komisi III DPRD Situbondo akan memanggil konsultan perencana, dinas terkait secepatnya." (sbi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




