Direktur LSM Pusaka, Lujeng Sudarto.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Direktur LSM Pusaka, Lujeng Sudarto, menganggap pembahasan yang dilakukan DPRD Kabupaten Pasuruan tidak transparan ke publik. Sebab, bahasan yang awalnya terbuka diubah menjadi tertutup.
"Ya gak transparan itu, apanya yang mau ditutup-tutupi itu," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (2/5/2024).
BACA JUGA:
- Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Dukung Wacana Gaji PPPK Ditanggung APBN
- Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Infrastruktur Desa Wisata Ramah Lingkungan
- Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Pemuda Bergerak dari Organisasi ke Aksi Nyata
- Sosialisasi Pendidikan Moral Islamiyah, Anggota DPRD Jatim Aida: Pondasi Generasi Muda Berdaya Saing
Menurut dia, apabila pembahasan saat ini tertutup mengapa di awal terbuka untuk publik dan media. Ia pun menganggap, hal tersebut bakal menimbulkan kecurigaan bahwa Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan sedang main-main atau kongkalikong.
"Untuk apa tertutup kalau tidak ada hidden agenda?," tuturnya.
Lujeng juga mengingatkan Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan soal kopi kapiten yang menjadi atensi publik, dan telah dilaporkan ke aparat penegak hukum, "Kami cukup memberi warning, toh Pusaka sudah lapor ke Kejaksaan terkait kasus itu."
Sementara itu, Ketua Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan, Najib Setiawan, belum merespons dan menyatakan sibuk saat ditanya terkait apa yang diungkapkan oleh Direktur LSM Pusaka. Setelah ditunggu lebih dari satu jam, ia masih enggan memberi jawaban hingga tulisan ini dimuat. (afa/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




