"Sekarang ini, saya pakai batik karya dari pengrajin Batik Kota Mojokerto yang menggunakan motif kontemporer dan juga menggunakan bahan pewarna yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, ini yang kita sebut sebagai ekonomi hijau, ekonomi masa depan Indonesia," katanya.
"Saya akan promosikan kekayaan seni budaya Batik Kota Mojokerto ini, agar lebih dikenal dan mendunia. Walikota Kota Mojokerto luar biasa," ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa UMKM batik di Kota Mojokerto saat ini terus berkembang dan bersemangat untuk menghasilkan desain-desain baru dan produk fashion turunan dari batik.
Sebelumnya, selama 3 bulan tim Kementerian Parekraf telah memberikan pendampingan kepada UMKM Kota Mojokerto, untuk batik dan fashion turunan. Hasilnya, ada 36 batik yang ditampilkan pada MBF.










