Achmad Washil Miftahul Rachman, Sekda Gresik
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sekda Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman menyatakan, belum bisa memastikan secara riil angka defisit (berkurang) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023.
Sebab, tengah dihitung oleh tim anggaran (timang) Pemkab Gresik, dan badan anggaran (banggar) DPRD Gresik.
BACA JUGA:
- Golkar dan PDIP Gresik Lakukan Pergantian Pimpinan Komisi DPRD
- Golkar Tunjuk Wongso Negoro Jadi Wakil Ketua DPRD Gresik PAW, Targetkan 11 Kursi pada 2029
- BPJS Gresik Dukung Peluncuran Program Prolanis Muda, Sasar Generasi Produktif Cegah Penyakit Kronis
- Perluas Lapangan Kerja, Wakil Bupati Gresik Dorong Link and Match Vokasi-Industri
"Masih kami hitung dengan DPRD," ucap Achmad saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Rabu (2/8/2023).
Hanya, kata Achmad, defisit pada APBD 2023 kali ini dimungkinkan cukup besar.
"Memang prediksi ada selisih cukup besar di target pendapatan dan realisasi, sehingga defisit akan berpengaruh di belanjanya," ungkap sekda.
Lebih jauh Sekda Achmad menyatakan, untuk memastikan proyeksi berapa defisit APBD 2023, saat ini masih dibahas dengan DPRD
"Jadi, defisit ini kan dihitung dari realisasi, baik pendapatan dan belanja di semester 1 (6 bulan)," tuturnya.
Ditambahkan Sekda Gresik, pada saat prognosis (laporan yang disusun untuk 6 bulan), akan disepakati untuk pendapatan daerah (PD), baik bersumber dari dana transfer (pusat), maupun pendapatan asli daerah (PAD). Berapa target pendapatan yang riil untuk bisa disandingkan dengan belanja.
"Setelah diketahui riil pendapatan, nanti ada rasionalisasi terkait belanjanya," pungkas sekda. (hud/git)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




