Berdasarkan kondisi itulah, ia bergumam dalam hati hingga akhirnya mengajak para pemuda untuk bertani tembakau serta mengelola gudang yang lama kosong.
"Kelompok tani milenial yang tergabung ke wadah bernama Cahyo Santoso Tobacco. Alhamdulillah selama ini menyerap hasil panenan daun tembakau yang dihasilkan petani setempat," kata Santoso kepada wartawan, Senin (31/7/2023).
Ia bercerita, sebelum mengajak para pemuda memanfaatkan gudang terlebih dahulu meminta izin kepada pemerintah desa setempat. Pada saat meminta izin pada pemdes, bahwa gudang itu akan dijadikan sentra ekonomi penyerapan hasil panen tembakau. Lalu, hasil panen tersebut diolah atau dirajang dan dikemas sebelum nantinya di pasarkan.
"Sebelumnya petani selalu takut setelah panen melimpah, karena gudangnya tak berfungsi. Tapi kini keberadaan gudang penyimpanan tembakau itu benar-benar berfungsi. Dan dijadikan sentra kulaan hasil panen tembakau di Kecamatan Senori," paparnya.










