Wamenag Minta Aparat Kepolisian Tingkatkan Keamanan Tempat Ibadah Usai Penembakan Kantor MUI

Belajar agama dinilai penting untuk dilakukan, karena kasus penembakan di Kantor MUI adalah buah dari pemahaman yang salah.

Pelaku penembakan yakni Mustopa (60) menyatakan dirinya sebagai nabi, dan sangat jelas bertentangan dengan ajaran agama.

"Ini membuktikan bahwa pemahaman agama yang salah bisa menimbulkan bahaya terhadap keselamatan jiwa orang lain", tutur Zainut.

Zainut Tauhid mengatakan problematika saat ini ialah banyak orang yang memiliki semangat belajar agama tetapi mereka menggunakan penafsirannya sendiri dalam mengambil kesimpulan hukum.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Wamenag Minta Aparat Kepolisian Tingkatkan Keamanan Tempat Ibadah Usai Penembakan Kantor MUI - Halaman 2