Dzuriyah Hadratussyaikh, Mbah Wahab, dan Hasan Gipo Dukung Kiai Chalim sebagai Pahlawan Nasional

Selain itu, Mantan Wakil Kepala BIN dan Wakil Ketua Umum PBNU, Dr. KH As’ad Said Ali, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dr. H. Dido Suhendar, Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GD) Jawa Barat Prof. Dr. Reiza D Dienaputra, dan tokoh lain.

Dzurriyah Hadratussyaikh Kiai Hasyim Asy’ari tidak hanya Gus Irfan – panggilan Kiai Irfan Yusuf Hasyim – yang hadir. Tapi juga cucu yang lain. Yaitu KH. Riza Yusuf Hasyim (Gus Riza Yusuf Hasyim), KH Fahmi Amrullah Hadzik (dua-duanya cucu Hadratussyaikh) dan juga Nyai Farida Salahuddin Wahid (istri Gus Sholah). Nyai Farida adalah putra KH Saifuddin Zuhri, tokoh NU yang juga mantan Menteri Agama.

Sementara Gus Sholah adalah cucu Hadratussyaikh. Gus Sholah putra KH A Wahid Hasyim, perumus Pancasila dan UUD 45 yang dipercaya sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKI) mewakili NU. Kiai Wahid Hasyim ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soekarno sejak tahun 1960.

Ketika Indonesia merdeka, Kiai Wahid Hasyim menjabat sebagai Menteri Negara pada Kabinet Presidensial pada 2 September 1945. Kiai Wahid Hasyim juga pernah menjabat Menteri Agama dan Ketua Umum PBNU.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: