Selundupkan 51 Burung Gagak Hitam untuk Tumbal, Pria di Surabaya Diamankan Polisi

Dokter Hewan, Santoso yang juga sebagai Koordinator Area Karantina Surabaya mengatakan, pihaknya menemukan beberapa ekor yang sudah mati dan sisanya yang masih hidup akan dikembalikan ke asal.

“Selama kami lakukan karantina terdapat beberapa ekor mengalami kematian dan dari sisa burung gagak yang masih hidup dikambalikan ke asal. Kematian 17 ekor gagak tersbeut dikarenakan tempat atau kandang yang dipergunakan untuk menyimpan terlalu kecil sehingga ventilasi udara kurang dan panas,” ujarnya, Jumat (24/3/2023).

Santoso menjelaskan, penyimpanan burung Gagak tersebut, dilakukan di kotak buah yang berukuran 25x40 cm, dengan isi 4 ekor gagak.

Karena tempat penyimpanannya kurang layak dan pengirimannya cukup lama, antara Makassar ke Surabaya, akhirnya faktor kematian tersebut cukup tinggi.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Selundupkan 51 Burung Gagak Hitam untuk Tumbal, Pria di Surabaya Diamankan Polisi - Halaman 2