Dikonfirmasi terpisah, Kepala Yayasan Al-Husna, Machfud, menegaskan bahwa semua izin pembangunan sekolah sudah selesai dan sesuai prosedur. Karena itu, ia justru mempertanyakan polemik yang ditujukan kepada lembaga yang di pimpinnya.
"Kami tidak mengetahui apa yang dipermasalahkan warga, karena kami sudah sesuai prosedur, mulai proses perizinan ke dinas terkait, antara lain ke kelurahan, dinas cipta karya, dan dinas pendidikan," ujarnya saat ditemui di Kantor YPP Al Husna, di Ruko Lawang View.
Dengan adanya protes tersebut, Mahfud mengatakan bahwa pengajar dan para wali murid merasa terganggu dan terintimidasi.
Padahal, kata dia, permasalahan itu sudah pernah dimediasi pada tahun 2020 dan berakhir damai. "Jadi kami tidak tahu, kenapa dipermasalahkan warga lagi," urainya.










