Pemkab Dituding Tak Peka, Peneliti Lingkungan Sebut Bojonegoro Sedang Krisis Iklim

"Pada November ini saja tercatat sudah ada puluhan desa diterjang banjir bandang, dan Minggu kemarin seribuan lebih rumah warga tergenang banjir di Kecamatan Balen. Banyak tanaman pertanian yang terendam, diantaranya, ada yang harus dipanen dini," tegasnya.

Ia menjelaskan, hujan deras juga menyebabkan wilayah perkotaan Bojonegoro tergenang banjir. Bahkan, dalam bulan November ini, seputaran perkotaan Bojonegoro sudah tergenang banjir air hujan lebih dari 3 kali. Jika ruas jalan sering tergenang, tentu saja dapat menurunkan kualitas jalan, seperti berlobang dan lainnya.

Wahid menyebut, dampak cuaca ekstrem akibat krisis iklim paling nyata dirasakan petani dan buruh tani. Krisis iklim berikut cuaca ekstrem termasuk menyebabkan serangan hama dan penyakit tanaman meningkat. Banjir bandang yang cukup sering terjadi, lama kelamaan juga bisa mengikis lapisan atas tanah yang mengandung unsur hara, dikarenakan ikut terbawa arus air.

Krisis iklim juga dinilai menyebabkan peralihan musim jadi tidak menentu, sehingga para petani mengalami kesulitan menentukan waktu tanam dan juga pilihan jenis komoditas pertanian yang akan ditanam. Misal, pada Juni 2021, kurang lebih 450 hektar tanaman tembakau di 5 (lima) kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, mati terendam air hujan. Hujan deras ini, terjadi kala musim kemarau, fenomena yang jarang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: