Menurut Syahroni, peristiwa angin kencang tersebut terjadi saat dirinya berada di teras rumah. "Anginnya itu dari arah selatan ke utara selama kurang lebih 20 sampai 30 menit," terangnya.
Pihaknya mengungkapkan belum bisa langsung memantau kondisi dan lokasi karena hujan deras masih turun usai terjadinya peristiwa angin kencang.
"Setelah itu kami mencoba mengelilingi RT 23, ternyata banyak rumah warga yang atapnya sudah pada hilang. Pohon-pohon juga bertumbangan. Bahkan di tempat kos Bapak Sugeng itu dua tempat semua atapnya hilang," urainya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian angin kencang di Desa Sidokepung. "Dalam musibah ini tidak sampai ada korban jiwa," ujar Syahroni.










