Plt Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Ahmad Budiharto. Foto : Herman Subagyo/BANGSAONLINE.com
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Plt Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Ahmad Budiharto menyebut, akibat dari bencana alam yang terjadi di wilayahnya, terdapat lebih dari 200 titik infrastruktur mengalami kerusakan.
Hal itu disampaikan, dalam rapat koordinasi dengan komisi IV DPRD Trenggalek di Aula Gedung DPRD, Jumat (21/10/2022).
BACA JUGA:
- Deteksi Dini, BPJS Kesehatan Tulungagung Lakukan Skrining Siswa Sekolah Rakyat di Trenggalek
- Gubernur Khofifah Apresiasi Pramuka Jatim atas Program Bedah Rumah dan Nandur Mangrove
- Komisi IV DPRD Trenggalek: PPG Prajab dapat Prioritas Rekrutmen Guru di 2026
- Sekretariat DPRD Trenggalek Gelar MCU Bagi Seluruh Anggota Dewan
"Bencana Alam di Kabupaten Trenggalek terjadi dari tanggal 8 Oktober sampai bulan ini," katanya.
Ia menjelaskan, dari sekian banyaknya kerusakan infrastruktur itu, penanganan yang dilakukan dengan menggunakan metode skala prioritas.
"Contoh misalnya jalan rusak dan tidak bisa dilalui oleh masyarakat maka itu yang kita prioritaskan untuk segera dibangun, kemudian sekolah yang rusak, Jadi itu yang kita tangani," jelasnya.
Lebih lanjut, Budi mengatakan, anggaran yang digunakan untuk penanganan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam, berasal dari BTT (Biaya Tak Terduga) yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Adapun jumlah BTT tersebut, sambungnya, senilai kurang lebih 8 milyar. BPBD sendiri dalam penanganan kerusakan infrastruktur tersebut hanya sebatas memberikan rekomendasi pada dinas terkait.
"Jadi kita ini hanya merekomendasikan saja dan penanganan kerusakan infrastruktur tentunya dilakukan oleh dinas teknis," jelasnya. (man/rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




