Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD. Foto: Ist
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan sudah menyerahkan hasil rekomendasi dan kesimpulan investigasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/10/2022).
Hasilnya, tim yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD ini, menghasilkan lima poin kesimpulan dari tragedi kanjuruhan yang melibatkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai penyelenggara kompetisi.
BACA JUGA:
- 5 Kereta Tujuan Surabaya dan Malang Terlambat Akibat Gangguan di Jakarta, KAI Daop 8 Buka Suara
- 37 Tahun, JADE Indopratama Malang Masuk Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026
- Panen Raya Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Puji Inovasi Pangan yang Dilakukan Polri
- Lalai Tak Kunci Ganda, Motor Mahasiswi Magang di Malang Raib
Lima poin itu sebagai berikut.
Pertama, PT LIB tidak mempertimbangkan faktor pertandingan beresiko tinggi dalam menentukan jadwal pertandingan.
"Dan lebih memprioritaskan faktor keuntungan dari komersial (orientasi bisnis) dari jam penayangan di media," tulis dalam poin pertama yang disimpulkan TGIPF yang dikutip BANGSAONLINE.com.
Kedua, LIB tidak mempertimbangan reputasi dan kompetensi kualitas petugas dan ketua panitia pelaksanaan, yang sebelumnya sudah mendapatkan sanksi hukuman dari PSSI.
Ketiga, security office yang ditunjuk PT LIB, tidak melakukan kompetensi dan hanya melakukan pembekalan video conference melalui zoom meeting selama dua jam. Sementara, sertifikasi security officer diberikan, karena adanya penyelidikan yang bersangkutan pada 3 Oktober 2022.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




