KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyebut tingginya jumlah kunjungan wisatawan sebagai acuan utama keberhasilan bagi pembangunan sektor pariwisata.
Menurutnya, Pemkot Malang kini berfokus pada kualitas pengalaman wisatawan serta dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sebagai tolok ukur.
Penegasan itu disampaikan Wahyu Hidayat saat membuka Temu Mitra Pariwisata Kota Malang di Gedung KNPI Kota Malang, Selasa (14/7/2026). Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi pemerintah dengan para pelaku industri pariwisata, mulai dari PHRI, ASITA, HPI, ASPPI, Malang Travel Community (MTC), hingga komunitas ekonomi kreatif.
Menurut Wahyu, industri pariwisata saat ini dituntut mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan, karena hal itulah yang akan menentukan loyalitas wisatawan terhadap sebuah destinasi.
"Pariwisata yang hebat bukan hanya tentang tempat yang indah, tetapi tentang pengalaman yang meninggalkan kesan," kata Wahyu.
Ia menilai, paradigma pembangunan pariwisata harus bergeser dari sekadar mengejar angka kunjungan menjadi menciptakan destinasi yang membuat wisatawan betah tinggal lebih lama, membelanjakan lebih banyak uang, dan terdorong untuk kembali berkunjung.
"Ukuran keberhasilan bukan lagi sekadar jumlah kunjungan, tetapi juga lama tinggal wisatawan (length of stay), besarnya belanja wisatawan (tourist spending), kualitas pengalaman yang diperoleh, serta dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat," ujarnya.
Wahyu menekankan, sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak utama ekonomi daerah karena memiliki efek berganda terhadap berbagai sektor usaha.
Dalam kesempatan itu, Wahyu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi agar potensi yang dimiliki Kota Malang dapat dikemas menjadi daya tarik yang kompetitif.
Ia menilai Kota Malang memiliki modal besar untuk bersaing sebagai destinasi wisata perkotaan.
Status sebagai kota pendidikan, kekayaan budaya dan warisan sejarah, keberadaan kampung-kampung tematik, ragam wisata kuliner, hingga tumbuhnya ribuan pelaku ekonomi kreatif menjadi kekuatan yang tidak dimiliki semua daerah.
"Kita harus mampu mengemas seluruh potensi itu menjadi pengalaman wisata yang berkesan. Ketika wisatawan merasa puas, mereka akan kembali dan secara tidak langsung ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat," pungkasnya. (dad/van)










