Alumnus Fakultas Ekonomi Unair itu menambahkan, dengan alokasi dana cadangan yang lebih besar di awal. Maka, akan mengurangi beban anggaran di tahun mendatang.
"Kalau tahun ini mampu mengalokasikan dana cadangan lebih besar, kenapa tidak. Toh ini akan meringankan beban APBD di tahun depan," ujarnya.
Gus Fawait melanjutkan, tidak ada yang bisa memastikan bagaimana kondisi perekonomian tahun depan. Apakah lebih baik atau lebih buruk. Apalagi Bank Dunia juga sudah mengkoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia.
Terlebih banyak faktor yang bisa mengoreksi pertumbuhan ekonomi tahun depan. Di antaranya perang Rusia vs Ukraina yang belum kunjung usai, yang berimbas pada harga minyak dunia, lalu penyakit kuku dan mulut, serta cacar monyet yang sudah masuk ke Indonesia. Termasuk rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.










