Ketua Kelompok penerima PKH saat menunjukkan print out di BRI Cabang Sampang. foto: MUTAMMIM/BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Dugaan penggelapan dana Program Keluarga Harapan (PKH) milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Dusun Burneh, Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang dibenarkan oleh Ketua Kelompok bernama Pandi.
"Dugaan masyarakat atas penggelapan dana PKH yang dilakukan oleh pendamping kepada KPM rasanya mengarah setelah di print out buku tabungan (Butap) ATM PKH," ucapnya saat ditemui di Bank BRI Cabang Sampang, Jumat (19/8/2022).
BACA JUGA:
- Tips Agar Pencairan PKH Berjalan Lancar Tanpa Kendala
- Usai Salat Id Bupati dan Wabup Sampang Gelar Open House, Ajak Ribuan Warga Makan Bareng
- Mensos Dorong 5 Juta Penerima PKH di Jatim Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih
- PKH Plus Tahap I Cair di Kota Kediri, 485 Lansia Terima Bantuan Rp 500 Ribu per Triwulan
Pandi menjelaskan, sebelum di-print out buku tabungan PKH, pendamping bersumpah tidak mengambilnya. Tetapi, keesokan harinya pendamping itu mengembalikan uang KPM melalui orang tua dan suaminya.
"Dua hari yang lalu saat pertemuan dengan KPM, pendamping ini bersumpah tidak mengambilnya tapi tadi pagi uang KPM sudah dikembalikan," ungkapnya.
Meski dikembalikan, kata Pandi, empat KPM yang awalnya tidak dapat mencairkan bantuan PKH itu mencoba mendatangi Bank BRI Cabang Sampang untuk mengecek secara pasti atau mem-print out buku tabungan.
"Alhasil, memang sesuai dengan keterangan KPM sebelum mengasih kartu ATM kepada pendamping PKH, bahwa ada saldo masuk dan saldo keluar," tambahnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




