Suasana demo yang dilakukan ratusan aktivis lintas Ormas di depan Gedung DPRD Jember.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Ratusan aktivis lintas ormas di Kabupaten Jember menggeruduk gedung dewan untuk menggugat Bupati Hendy Siswanto, Kamis (16/6/2022). Bupati dituding melakukan KKN dan melakukan pembohongan publik karena tak merealisasikan janji-janjinya, alias carpak (bahasa madura dari bohong).
Massa aksi terdiri dari Barisan Anak Rantau Jember (BARJ), Relawan Militan Jember (RMJ), Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK-PAK), Relawan Jumadi Made (RJM), dan Barisan Solid Merdeka (BASOKA).
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
"KKN sudah berlebihan! Muhammad Nadif Ramdhani, menantu bupati dijadikan asisten pembangunan. Apa tidak ada pejabat bagian ymum yang pinter? Kok milih menantunya?!," kata salah satu orator, Jumadi Made.
Demo juga merupakan buntut dari proyek pengadaan beras bagi ASN di Jember. Sebab, pekerjaan itu diserahkan ke Koperasi Konsumen Jember Harmoni Sejahtera (KJHS) besutan Bupati Hendy.
"Ini hanya akal-akalan bupati saja, dan KJHS itu yang benar singkatannya Koperasi Haji Hendy Siswanto," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa beras yang disediakan Koperasi KJHS tidak layak.
"Berasnya ada kutu hidupnya, masak puluhan ribu ASN suruh makan beras yang ada kutunya," imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




