Dwi Setiawan balita penderita gizi buruk bersama ibunya. Foto: Soewandito/BANGSAONLINE
NGANJUK (BANGSAONLINE.com) - Dwi Setiawan (1), putra semata wayang pasangan Wasis (45) dan Yati (40), warga Lingkungan Bulurejo Kelurahan Warujayeng mengalami keterlambatan pertumbuhan. "Jangankan berdiri untuk dudukpun dia harus diganjal" ungkap Yati.
Diduga, balita ini kekurangan asupan gizi, sejak dalam kandungan hingga dia tidak bisa tumbuh layaknya anak seusianya. Hal ini diakui ibunya. Sejak megandung, tidak pernah mendapat pengarahan dari bidan setempat. Sehingga untuk dapat menggunakan kartu Jamkesda yang diperolehnyapun tidak bisa. "Saya orang bodoh, tidak tahu harus berbuat apa," ujarnya, kepada wartawan (14/3).
BACA JUGA:
- Jadi Sorotan PHK di Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, ini Kata Dedi Mulyadi
- Angka Pengangguran Terbesar di Provinsi Jawa Barat, Disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur
- Angka Kemiskinan: Jatim 9,50%, Jateng 9,48%, Jabar 7,02%, dan DKI 4,28%
- Teken MoU dengan Forum Rektor Indonesia Jatim, Mensos Ajak Perguruan Tinggi Entaskan Kemiskinan
Wanita pengamen jalanan ini mengaku, tidak mampu membawa buah hatinya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, karena tidak memiliki biaya. Hasil yang diperoleh suaminya dari memelihara kambing pun, tidak akan mungkin untuk membiayai anak. "Jangankan untuk membawa si kecil ke rumah sakit, untuk makanpun kami sulit," ungkapnya.
Sebenarnya, ada niatan menjual rumah warisan. "Kalau rumah saya jual, lalu saya tinggal di mana," keluhnya.
Dengan kondisi anaknya yang seperti ini, keluarga miskin tetap berharap buah hatinya dapat tumbuh normal sebagaimana balita lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




