Kakanwil Kemenag Jatim Husnul Maram saat membuka kegiatan sertifikasi manasik haji mandiri, di Novotel Hotel Surabaya, Senin (28/2) malam. foto: ist.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Seorang pembimbing manasik haji hendaknya memiliki beberapa kompetensi agar dapat memberikan bimbingan secara profesional. Hal ini ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur Husnul Maram saat membuka kegiatan sertifikasi manasik haji mandiri, Senin (28/2) malam. Kegiatan itu akan berlangsung selama 8 hari hingga 7 Maret mendatang di Novotel Hotel Surabaya.
"Setidaknya, terdapat 4 ranah kompetensi yang harus dimiliki pembimbing manasik haji, yakni kompetensi kognitif, leadership, sosial, dan komunikatif," ujarnya.
BACA JUGA:
- Pranata Humas Kemenag Tuban Dinobatkan Sebagai ASN Inspiratif, Cetak Rekor 592 Berita Dalam Setahun
- Sambut Kunjungan Kakanwil Kemenag Jatim, Kemenag Tuban Pamerkan Program-Program Unggulan
- Kunker dan Pembinaan ASN oleh Kakanwil Jatim, Kepala Kemenag Tuban Sampaikan Raihan Prestasi
- Tanamkan Nilai Keagamaan Sejak Dini, SDN Songgokerto 01 Kota Batu Gelar Manasik Haji
Ia menjelaskan kompetensi kognitif yakni bagaimana para pembimbing wajib memahami manasik haji dan segala rangkaiannya. Kemudian, kompetensi leadership atau kepemimpinan adalah kemampuan manajerial, salah satunya mengelola administrasi dan juga hal-hal teknis yang praktis. Hal itu menjadi sangat penting bagi semua calon pembimbing haji.
"Kompetensi ketiga, merupakan kompetensi sosial yang mencakup konsepsi teamwork yang solid. Bagaimana cara membangun solidaritas, membangun empati sosial antar individu, dan kelompok. Kemudian, membangun sinergi dengan pihak-pihak terkait baik di tanah air maupun saat di Arab Saudi," tutur Maram di depan 77 peserta sertifikasi dari unsur PPIU dan KBIHU Jawa Timur ini.
Adapun kompetensi komunikatif, ia berharap setidaknya calon pembimbing manasik haji wajib menguasai bahasa Indonesia, Inggris, maupun Arab.
"Nantinya (pembimbing) akan dibekali dengan materi percakapan bahasa Arab (pasaran/populer), percakapan bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia yang baik, sederhana, dan benar," terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




