
Keempat, tarkul ma’asyi (meninggalkan atau menjauhi maksiat). “Boleh mencintai orang lain tapi tak boleh bercinta,” kata Kiai Asep sembari menegaskan bahwa dosa itu beban.
BACA JUGA:Singgung Peran NU, Kiai Asep: Kita Punya ITS dan ITB Tapi Tak Bisa Buat Motor, Apalagi Rudal
“Dosa itu membebani dirinya,” katanya.
Kelima, qiratul Quran nadlron. Yaitu membaca al-Quran dengan cara melihat tulisan al-Qurannya. “Karena membaca al-Quran bi nadlron itu mengajak berpikir. Bagaimana melafalkan huruf,” katanya sembari mengatakan bahwa baca al-Quran itu harus istiqamah, tiap hari.










