Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Lamongan Munif Syarif.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Lamongan Munif Syarif mengatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti Program Guru Penggerak (PGP) yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia (RI).
Menurut Munif, hal itu seiring dengan adanya Program Merdeka Belajar yang selama ini sudah dilaksanakan di Lamongan.
BACA JUGA:
- Jasa Bakar Kepala Kurban di Lamongan Diserbu Warga, Empat Tungku Tak Cukup
- Penyembelihan Sapi Kurban 1,1 Ton Presiden Prabowo di Mantup Lamongan Jadi Tontonan
- Libur Iduladha 2026, Penumpang Kereta di Stasiun Lamongan Diproyeksi Tembus 4.371 Orang
- Sapi Kurban Jumbo Ngamuk di Lamongan Kota, Warga dan Pengendara Panik
"Tujuan utama dengan Program Guru Penggerak adalah untuk menghasilkan guru penggerak yang mampu menggerakan komunitas guru di sekolah di wilayahnya masing-masing sehingga tumbuh jiwa kepemimpinan bagi murid," jelas Munif, Senin (17/1/22).
Ia berharap target yang dicanangkan Kemendikbudristek berupa Program Guru Penggerak di setiap sekolah dan wilayah masing-masing tercapai, sehingga kualitas pendidikan terus meningkat.
“Untuk menjadi guru penggerak, Kemendikbudristek melakukan seleksi terhadap guru-guru dari semua jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SLB," kata Munif.
Ditambahkan Munif, ke depan guru yang dinyatakan lulus Program Guru Penggerak akan menjadi salah satu syarat untuk menjadi kepala sekolah (kasek).
“Adanya perubahan regulasi ini menguntungkan buat guru untuk menjadi pemimpin di sekolahnya, Karena guru penggerak ini untuk mencetak para pemimpin masa depan untuk jadi Calon Kepala Sekolah (CKS)," pungkasnya. (qom/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




