Karya desain dan medali yang berhasil disabet. foto: istimewa
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Pipit Triasari (19) Januari lalu membawa pulang medali emas dalam kejuaraan silat ITS Cup. Menurutnya, perempuan tak hanya cantik, tapi juga harus kuat.
Mahasiswa program studi Pendidikan Tata Busana ini mengaku belajar pencak silat sejak ia masih duduk di bangku SMP. Bermula dari ketertarikannya akan ekskul yang saat itu baru dibuka di sekolahnya, ia mendaftarkan diri sebagai anggota.
BACA JUGA:
- Dua Pelajar MA di Pasuruan Raih Medali Emas pada Ajang Pencak Silat Internasional
- Dihadiri Wali Kota Kediri, Kejuaraan Pencak Silat Dandim 0809 Cup Tahun 2025 Resmi Dibuka
- Pagar Nusa Cabang Bangil Raih Juara Umum 2 dan 3 di Ajang Kejurda Pasuruan Kidz Competition
- Polres Madiun Tetap Pantau dan Ciptakan Kondusifitas Usai Pembongkaran Tugu Silat
“Orang tua sangat mendukung. Awalnya banyak kendala baik dari diri saya sendiri atau latihan fisik yang terlalu berat, tapi saya tetap lanjut karena saya sendiri ingin berprestasi di bidang ini,” ungkapnya.
Dalam kesehariannya menjadi mahasiswa tata busana, Pipit menyempatkan waktunya untuk terus berlatih silat. Ia mengaku sempat berhenti sesaat karena padatnya perkuliahan. Akan tetapi kembali eksis dengan mengikuti turnamen di ITS Cup V yang diadakan di kampus ITS dan telah berskala nasional. Ia menyingkirkan 500 pesaingnya dan pulang membawa emas.
“Saya sempat berhenti sebenarnya, karena tugas kuliah dan sebagainya. Karena itu sewaktu kuliah ini jadi penghargaan pertama saya setelah lama tidak ikut dalam turnamen,” tutur mahasiswa semester enam ini.
Pipit menuturkan bahwa prestasi yang didapatnya banyak pada masa SMP dan SMA. Misalnya, juara 1 beregu putri antar pelajar Unesa Cup tingkat nasional, dan juara 1 Smada cup kategori tanding se-Jatim.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




