Manajemen pengelolaan sampah secara swakelola berbasis teknologi perlu diaplikasikan.foto: Yudi Eko Purnomo/ bangsaonline.com
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Kota Denpasar yang menjadi percontohan manajemen sampah dalam jumlah besar menjadi jujukan anggota DPRD Kota Mojokerto dari Komisi I dalam kunjungan kerja luar provinsi, Februari 2018 ini. Sejumlah wakil rakyat itu berharap sharing manajemen pengelolaan sampah secara swakelola berbasis teknologi yang diaplikasikan DLH Kota Denpasar dapat diterapkan secara maksimal di Kota Mojokerto.
Rangkaian kunker di Denpasar ini merupakan kegiatan maraton komisi yang membidangi lingkungan hidup di Kabupaten Badung, Bali, pada hari berikutnya.
BACA JUGA:
- Bukan Diperiksa, Jajaran Pemkot dan DPRD Kota Mojokerto ke KPK RI untuk Hadiri Undangan Rakor
- Korban Laka Laut Pantai Drini Tiba, Pj Wali Kota Mojokerto Turut Sholati Jenazah
- Berpihak Pada Kemajuan Daerah, Pj Wali Kota Mojokerto Apresiasi 3 Raperda Inisiatif Dewan
- Jadi Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto: Hadi Fokus RAPBD 2025, Arie Pastikan Tak Ada Proyek Mangkrak
"Kota Denpasar adalah satu-satunya daerah percontohan yang telah berhasil memanajemen sampah dalam jumlah besar. Inovasi Pemkot Denpasar untuk menangani permasalahan sampah secara swakelola dengan melibatkan masyarakat dengan memadukan teknologi dalam pengolahan sampah, kiranya bisa dapat diterapkan di Kota Mojokerto, " kata anggota Komisi I DPRD Kota Mojokerto, Mochamad Harun, Kamis (22/2) kemarin.
Politisi Partai Gerindra ini memaparkan, pihak Pemkot Denpasar tak sendiri menangani program sampahnya. "Mereka melibatkan masyarakat. Bahkan sampai tarar RT/RW dengan menggelontor anggaran hingga Rp 9,3 miliar untuk pengelolaan sampah secara swakelola," tambahnya.
Harun juga menguraikan pihak DLH Denpasar dan Badung juga melibatkan pengusaha. "Dana CSR sejumlah hotel diarahkan untuk pengelolaan sampah dan mereka terlibat langsung di dalamnya. Jadi masyarakat digerakkan dalam hal ini," imbuhnya.
Dalam forum tersebut pihak DLH memaparkan program-program dan tantangan yang dihadapi, dan apa saja solusi yang diambil DKP sehingga bisa memanajemen sampah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




