SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mulai memetakan daerah atau wilayahnya yang berpotensi terjadi konflik dalam pelaksanaan Pilkada bulan Juni mendatang.
"Ada lima wilayah kecamatan yang rawan konflik, yaitu Kecamatan Sampang, Kedungdung, Karang Penang, dan Ketapang. Kriteria lima titik kerawanan itu berdasarkan pelaksanaan pilkada sebelumnya," jelas Kapolres saat acara sosialisasi Pilkada dengan KPUD Sampang, di Rumah Makan Bunda Wiwin, kemarin malam.
BACA JUGA:
- Rekapitulasi Pilkada 2024 di Sampang, Orang Mati Bisa Nyoblos
- Pilkada 2024 di Sampang, Sortir dan Lipat Surat Suara Dimulai Hari ini
- Beredar Voice Note, Netralitas KPU Sampang Diragukan, Aliyanto Beri Penjelasan
- Pendaftaran Pilkada 2024 di Sampang, Seruan Mandat Menang Rakyat Senang Jadi Tantangan Petahana
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga membahas pola pengamanan tempat pemungutan suara (TPS), terutama terkait penempatan aparat keamanan di tiap TPS. " Di tiap TPS kami klasifikasikan menjadi tiga kriteria, yaitu aman, rawan 1, dan rawan 2," terangnya.
Untuk TPS berkriteria aman, pihaknya menerjunkan 2 personel polisi dan 10 linmas sebanyak 5 TPS. Sedangkan untuk kriteria rawan 1, akan dijaga 2 polri dan 8 linmas untuk 4 TPS. Kemudian untuk kriteria rawan 2 pihaknya akan menerjunkan 2 polri dan 2 linmas untuk 1 TPS.
“Selain TPS 3 kriteria itu, ada juga TPS khusus yaitu di TPS yang berada di RSUD dan Lapas serta 36 TPS rawan banjir,” tuturnya
“Pemetaan ini masih sementara, karena bisa jadi dalam 3 hari atau seminggu ke depan itu bisa berubah, yang rawan bisa jadi aman atau sebaliknya, yang awalnya aman malah jadi rawan," pungkasnya. (hri/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




