Kiai Malik Madani: Dulu Saya Usulkan AHWA untuk Hadang Politisi Busuk, Tapi...

Meski demikian, kata Kiai Malik Madani, Slamet Effendy Yusuf mendukung gagasannya. “Senior saya di PMII, Mas Slamet Effendy, mengajak saya studi banding,” tutur Kiai Malik Madani.

Hanya saja, kata Kiai Malik Madani, menjelang Muktamar ke-33 NU di Alun-Alun Jombang, Slamet Effendy Yusuf, berubah. “Karena dijanjikan menjadi wakil ketua umum,” kata Kiai Malik Madani. Akhirnya Slamet Effendy yang mantan Ketua Umum GP Ansor itu tak mendukung AHWA.

Jadi, menurut Kiai Malik Madani, saat itu banyak sekali pengurus PBNU yang menentang AHWA. “Tapi entah dapat wangsit, karena AHWA itu bisa menghadang orang yang dianggap menjadi sandungan, yaitu Kiai Hasyim Muzadi, tiba-tiba mereka ngotot AHWA itu diterapkan di Muktamar Alun-Alun Jombang,” katanya.

Kiai Malik Madani mengaku sudah mengingatkan mereka agar AHWA itu tidak diterapkan pada Muktamar NU di Alun-Alun Jombang. Alasannya, selain menyalahi keputusan Konbes dan Munas Alim Ulama, yang memutuskan agar AHWA dilaksanakan pada Muktamar berikutnya, juga konsep AHWA belum matang.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: