Aliansi Gaprak saat menggelar demo proyek Smelter Freeport. Foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ratusan masyarakat Kabupaten Gresik yang mengatasnamakan dirinya sebagai aliansi gerakan pribumi bergerak (Gaprak) menggelar demo pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia (FI) yang berada di kawasan industri Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE) Gresik.
Mereka yang terdiri dari Forum Kota (Forkot) Gresik, Forum Komunikasi Warga Suci (FKWS), Forum Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), dan Generasi Pemuda Nusantara (Genpatra) menuntut perusahaan di Kota Pudak khususnya Smelter PT Freeport Indonesia mempekerjakan warga lokal.
BACA JUGA:
- Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional JIIPE Serahkan Kantor Kepolisian Khusus Kawasan
- Investasi 600 Juta USD, Pabrik Melamin di Gresik Dorong Industri Kimia Rendah Emisi
- PT BKMS Santuni Anak Yatim dan Salurkan 2.300 Sembako untuk Warga Kawasan JIIPE
- KEK JIIPE Gresik Bangun APILL untuk Keselamatan dan Kelancaran Lalu Lintas Pengguna Jalan Umum
"Kita datang ke sini untuk memperjuangkan nasib warga Gresik yang masih nganggur. Apa guna investasi besar-besaran jika masyarakat lokal masih banyak yang menganggur," kata Koordinator Umum (Kordum) aksi yang juga Ketua FKWS, Jaun Farhat, Selasa (7/12).
Ia meminta, industri di Gresik harus memprioritaskan tenaga kerja lokal. Menurut Farhat, merekalah yang paling terdampak, terlebih masyarakat yang berada di wilayah terdekat (ring 1) perusahaan.
"Kami berdiri di sini menuntut hak masyarakat Gresik yang secara langsung terdampak oleh industrialisasi. Wong (orang) Gresik dilarang nganggur," tuturnya.
Dalam aksinya, para pendemo membawa mobil komando serta belasan bendera masing-masing organisasi gerakan. Mereka melakukan orasi, juga membentangkan spanduk besar bertuliskan nada protes 'wong Gresik dilarang jadi pengangguran'.
Sementara itu, Ketua Forkot Gresik, Haris Sofwanul Faqih, menuturkan bahwa banyaknya industri di Gresik realitanya belum mampu mengurangi tingginya angka pengangguran masyarakat lokal.
"Gresik ini banyak investasi-investasi besar, namun faktanya masih banyak masyarakat lokal yang pengangguran," kata Haris.
Tak ditemui oleh pihak perusahaan, masa aksi kemudian bergerak menuju kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, untuk menyuarakan tuntutannya. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






