Para narasumber seminar wawasan kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober dan Hari Pahlawan 10 November, di Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto. Foto: Ist
KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021 dan Hari Pahlawan, Seminar Wawasan Kebangsaan digelar. Agenda tersebut bertujuan memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air.
Sejumlah narasumber, seperti Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra (Gus Barra); Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Rofiq Ripto Himawan; Anggota DPRD Jatim, Masduki Sabil (Cak Duki); hadir untuk mengisi seminar wawasan kebangsaan di Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Bukan Cuma Senam Bersama, Rangkaian Hari Jadi Mojokerto ke-733 Diwarnai dengan Santunan-Makan Gratis
- Anggota DPRD Jatim ini Dorong UMKM di Surabaya Tumbuh lewat Digitalisasi
- Anik Maslachah Tegaskan Peran Strategis Muslimat NU di Harlah ke-80
"Karena sebuah faktor dalam diri kita untuk mencintai bangsa, jika kita menarik sejarah Rasullulah, pada zamannya beliau sangat berat meninggalkan kota Mekkah. Itu adalah sebuah bentuk kecintaanya dengan kota Mekkah," kata Gus Barra melalui keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Minggu (28/11).
Cucu pendiri NU, KH Abdul Chalim itu mengatakan bahwa seminar kebangsaan ini bisa meningkatkan kecintaan kita terhadap bangsa, sebagaimana ulama sesepuh dulu memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.
"Dengan adanya kecintaan kita kepada bangsa, kita dapat menjadi garda terdepan jika ada suatu kelompok yang ingin memecah belah kesatuan bangsa,” tuturnya.
Sementara itu, AKBP Rofiq Ripto Himawan menyampaikan bahwasannya paham kebangsaan adalah fondasi utama untuk menumbuhkan kecintaan kita terhadap NKRI.
Cak Duki menambahkan, Hari Santri dan Hari Pahlawan merupakan kesatuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata, karena pimpinan di Nadhatul Ulama adalah orang yang menyerukan perjuangan melawan penjajah bersama Arek Suroboyo lewat resolusi jihad.
“Oleh karena itu dengan adanya seminar kebangsaan ini marilah kita tingkatkan kecintaan terhadap bangsa untuk mempertahankan kesatuan bangsa yang dulu sudah diperjuangkan oleh ulama Nadhatul Ulama," kata Caki Duki.
Sejumlah tokoh lokal juga hadir dalam agenda tersebut, mereka adalah Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH Abdul Adhim Alwi dan Perwakilan NU Kota Mojokerto, KH Asadusin Mudzakir. Kapolres Mojokerto Kota dan Wakil Bupati Mojokerto adalah penerima penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif dari Forkom Jurnalis Nahdliyin di tahun ini. (mdr/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




