Menurut Zaini, sebenarnya profesi guru sudah memiliki kemampuan menulis, akan tetapi tidak dibukukan. Akibatnya tulisannya menjadi tulisan yang tercecer. Sehingga, potensi yang dimilikinya menjadi potensi yang tidak tersalurkan secara terencana menjadi sebuah karya yang bisa dibaca secara abadi.
“Karena itu maka kami mengarahkan potensi menulis guru. Kita harus arahkan menjadi sebuah tulisan di buku. Maka kami berinisiatif bekerja sama dengan Media Guru Indonesia, penerbit yang juga lembaga mengembangkan kemampuan guru, salah satu di dalamnya adalah pengembangan kemampuan menulis,” terangnya.
Target kerja sama dengan Media Guru Indonesia, adalah agar guru di Pamekasan bisa menjadi penulis yang baik dan hasil karyanya bisa dibukukan. Karena itu kemudian dibuatkan program pelatihan bagi para guru pada September lalu. Dalam pelatihan itu, dilibatkan sejumlah guru senior yang memilki pengalaman menulis yang bagus mendampingi mereka.
“Setelah didampingi mereka dilatih, dididik, dikoreksi naskahnya, lalu hasilnya bagaimana? Ternyata luar biasa bisa. Pelatihan itu menghasilkan 84 buku. Ada 84 guru peserta pelatihan kemarin itu yang sudah langsung bisa menulis buku, dan buku itu juga diterbitkan oleh Media Guru Indonesia, penerbit berkelas dan bergengsi,” ungkapnya.










