Sementara, lokasi video penyiksaan yang viral tersebut adalah di kawasan tanah lapang sekitar Perumahan Puri Palma.
Merda menerangkan, rentetan tragedi itu berawal dari terduga pelaku pria dewasa yang memperdaya korban untuk datang ke rumahnya di kawasan Teluk Grajakan.
"Setelah itu, terduga pelaku mencabuli korban. Ini terjadi siang hari Kamis, tanggal 18 November 2021 sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Merda kepada wartawan.
Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB, terduga pelaku mengirim 8 orang anak remaja yang merupakan tetangga sekitar panti asuhan, untuk membawa korban ke tanah lapang tersebut. Di sinilah terjadi penganiayaan terhadap korban yang akhirnya viral di media sosial.










