Menurut Dukut, ayahnya pernah bercerita bahwa dulu ada surau tempat orang sakti di tengah Hutan Kelir untuk bertapa.
"Sebenarnya kalau dikatakan surau juga bukan, karena tempat itu hanya berupa batu bata putih yang di atasnya hanya ada dedaunan dari pohon yang seolah memayungi batu bata putih itu," katanya.
Batu bata putih itu dijadikan tempat untuk bersemedi dan tempat beristirahat seseorang yang diyakini Syekh Bela Belu muda, sebelum masuk Islam bersama pengikut setianya.
"Sekitar tahun 1962, ketika itu saya berusia 7 tahunan, pernah diajak bapak masuk hutan di mana batu bata putih itu berada. Kala itu, ada seorang kiai dari Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, yang datang dan berjanji akan mendirikan mushola di atas batu bata putih itu," katanya, Selasa (26/10).










