Selain di MTsN 2 Kota Kediri, ia juga mengajar di madrasah lainnya yang memiliki ekstrakurikuler robotik. Ia pun memiliki lembaga pembelajaran bernama Ruang Robot.
Menurut Julian, tak mudah untuk bisa menjadi juara di kompetisi robotik tersebut. Banyak tantangan dan tekanan yang harus dihadapi anak didiknya saat bersaing dengan 30 kontestan lainnya dari seluruh Indonesia. Di antaranya, tim harus membuat ulang program sesuai misi yang disediakan, di ruangan tersendiri tanpa didampingi guru dan pelatih.
"Jadi kemarin apa yang sudah dipersiapkan di sekolah seperti latihan di track yang disiapkan, software, itu berbeda jauh dengan di lokasi lomba. Waktu di sana, mereka harus memprogram ulang robot itu dari awal," ujar Julian, Kamis (21/10).
Pembagian tim dan manajemen waktu juga menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan Reza dan Bintang. Dalam waktu 3 jam, mereka terus melakukan uji coba lintasan dan harus menuntaskan misi untuk penilaian keesokan harinya.










