“Kuota per kelas dibatasi hanya 15 orang, sesuai dengan rekomendasi Satgas Covid-19 Kota Kediri. Proses belajar mengajar pun tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Pembelajaran pun dijadwalkan 2 hari dalam sepekan,” ujar Ardi.
Wakil Ketua Qurma Agus Suharmaji menambahkan, program ini memasukkan aspek penilaian, rapor, dan ujian dalam periode tertentu. Di akhir tahun pembelajaran, nantinya juga akan diadakan musabaqoh atau lomba.
Untuk proses seleksi santri, dilakukan oleh masing-masing TPQ berdasarkan talenta yang dimiliki santri.
“Sehingga bagi anak-anak yang akan mengikuti program Qurma, kami arahkan untuk masuk ke TPQ dulu. Ini nanti juga akan memajukan TPQ dengan adanya regenerasi,” ujar Agus.










