Dukung PTM, Kiai Asep Persilakan Kadindik Jatim, Wahid Wahyudi, Lihat Praktik di Amanatul Ummah

Namun Kiai Asep mengingatkan tak boleh ceroboh. Artinya, harus mempraktikkan protokol kesehatan secara ketat.

“Jangan ceroboh, harus jaga protokol kesehatan yang ketat. Di pesantren saya, tiap pagi para santri harus berkumur air yang dicampur garam krosok dan juga menyesapkan lewat hidung. Ini sesuai dengan temuan ilmiah drh Indro Cahyono, alumnus UGM. Kemudian tiap pagi semua santri saya beri kurma satu butir untuk dikunyah sampai lembut dan bercampur air liur. Karena ada Hadits, kurma yang dikunyah sampai lembut dan bercampur air liur akan membunuh kuman dan virus, termasuk virus corona. Jadi semua ini ada alasan rasional dan argumentatif,” tegasnya lagi.

Bagaimana kalau ada santri yang terindikasi positif? 

“Kalau ada tanda-tanda (santri) kena Covid-19, maka saya beri madu, air zam-zam, dan habbatussyauda’. Karena dalam Hadits disebutkan bahwa madu dan air zam-zam itu adalah obat semua penyakit. Begitu juga Habbatussauda’,” kata Kiai Asep yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: