Adapun untuk penanganan dampak Covid-19, Wali Kota Abu Bakar menginstruksikan gerakan berbagi membantu masyarakat terdampak Covid-19. Sampai hari ini gerakan tersebut masih terus berjalan. Selain itu, ada juga Bantuan Isolasi Mandiri (Batman) yang melibatkan lembaga dan komunitas untuk membantu khususnya warga yang sedang melakukan isolasi mandiri melalui Si Jamal (Sinergi untuk Jaring Pengaman Sosial).
"Si Jamal ini para amil zakat yang ada di Kota Kediri yang siap memberikan tenaganya. PKK Kota Kediri juga ambil bagian dalam program vaksinasi dan membuat dapur TP PKK Kota Kediri untuk menyediakan nasi bungkus yang diberikan pada warga yang menjalani isoman," terangnya.
Penanganan dampak ekonomi juga telah dilakukan Pemerintah Kota Kediri, di antaranya dengan meluncurkan program Kredit Usaha Melayani Warga Kota Kediri (Kurnia) yang memberikan pinjaman modal usaha bagi pelaku usaha mikro dan koperasi dengan bunga 2%. Upaya lainnya yang dilakukan yaitu membebaskan denda keterlambatan pajak dan membuat imbauan dan monitoring ke perusahaan untuk menghindari PHK.
“Kita juga melakukan percepatan digitalisasi kepada UMKM. Kita perkenalkan UMKM di Kota Kediri pada marketplace di Indonesia. Kita juga mengedukasi pusat perbelanjaan, bahwa saat ini harus menginstal aplikasi PeduliLindungi. Jadi kalau adik-adik mau masuk mall di Kota Kediri harus memakai aplikasi tersebut sesuai dengan instruksi dari pusat,” paparnya.










