“Untuk mengendalikan BOR di rumah sakit, kami mengendalikan di hulunya. Contohnya bila ada yang melakukan isolasi harus tetap dikontrol,” kata Mas Abu, Senin (9/8).
Lebih lanjut, Wali Kota Kediri memberikan saran untuk daerah lain untuk memerhatikan pasokan oksigen. Karena seperti di Kota Kediri, yang sudah dipersiapkan dan dirasa sudah cukup memenuhi ternyata belum cukup memenuhi dan sampai saat ini Kota Kediri menerima pasokan oksigen 2 hari sekali.
“Karena ini ada pergeseran tren Covid-19 dan sekarang di luar Jawa lagi banyak maka hati-hati dengan pasokan oksigen. Selain itu untuk vaksin agar ditambah sehingga target vaksinasi segera tercapai,” imbuhnya.
Mas Abu juga mengungkapkan, di Kota Kediri setiap hari ada tim yang keliling ke rumah warga yang isolasi mandiri untuk mengecek kadar oksigen dalam darah. Bila ditemukan kadar oksigen di bawah normal nanti akan dirujuk ke rumah sakit atau tempat isolasi terpusat.Tak hanya itu, tracing juga dilakukan secara masif dan untuk pelaporannya juga sudah dilakukan dengan baik melalui aplikasi Si Lacak.










