Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam mengoptimalkan pembelanjaan dari berbagai kreasi dan produksi berbasis kearifan lokal dan masyarakat.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Dampak dari wabah Covid-19 sudah semakin memprihatinkan, baik dari pembangunan, maupun ekonomi di seluruh nusantara. Termasuk Kabupaten Pamekasan, turut merasakan dampak negatif pandemi Covid-19.
Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam mengungkapkan, akibat pandemi Covid-19, ekonomi mengalami pelambatan. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pamekasan berada dalam kondisi negatif, dengan angka -2,5 persen per Juni 2021.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
Hal itu, menurut Baddrut, merupakan salah satu indikator lumpuhnya laju ekonomi masyarakat Pamekasan saat ini. Baddrut khawatir, titik minus ini akan semakin menukik hingga -3 persen jika pademi masih belum bisa diatasi.
“Per bulan Juni 2021 ini, kita sudah di posisi minus 2,5 persen dan dimungkinkan akan menjadi minus 3 persen jika berkelanjutan,” ungkap Mas Tamam - sapaan Bupati Pamekasan, Senin (2/08/2021).
Baginya, salah satu upaya untuk mengangkat laju pertumbuhan perekonomian di Pamekasan yakni dengan pemberdayaan produk lokal, di samping pembangunan fisik. Untuk optimalisasi belanja produk lokal, kata Baddrut, semua potensi di masing-masing komponen masyarakat harus dikuatkan.
“Kami akan kuatkan di pemberdayaan masyarakat dan membeli produk lokal, di samping pembangunan fisik hingga di pelosok,” ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




