Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketika sowan ke Mbah Yai Dien sebelum sakit dan wafat.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri K.H. Zainuddin Djazuli, Sabtu (10/7/2021).
"Inna lilillahi wa inna ilaihi raji'un. Indonesia kembali kehilangan ulama terbaiknya atas wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri K.H. Zainuddin Djazuli, Sabtu (10/7/2021)," tulis Gubernur Khofifah melalui akun Instagram pribadi miliknya, @khofifah.ip.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
Menurut Khofifah, K.H. Zainuddin Djazuli atau yang akrab dipanggil Mbah Yai Dien adalah sosok ulama yang alim, disiplin, konsisten, dan tegas. Mbah Yai Dien, kata Khofifah, juga merupakan ulama karismatik dan berpengaruh yang dimiliki Jawa Timur.
Tentunya kepergian Mbah Yai Dien ini menyisakan duka mendalam bagi santri, alumni, dan masyarakat luas. Apalagi, Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri sendiri adalah salah satu ponpes tertua di Indonesia.
"Tentu saja, bangsa Indonesia khususnya Provinsi Jawa Timur merasa sangat kehilangan sekali," tambah Khofifah.
Tidak hanya itu, Khofifah juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan Almarhum Mbah Yai Dien.
"Doa kita yang terbaik kagem Mbah Yai Dien, semoga seluruh amal ibadah almaghfurlahu almarhum diterima Allah SWT serta diberikan tempat mulia di sisi-Nya. Dan, semoga keluarga serta seluruh santri beliau diberikan ketabahan dan keikhlasan. Sugeng tindak Mbah Yai Dien. Al-Fatihah," ujar Khofifah.
Seperti diketahui, Mbah Yai Dien wafat pada Sabtu (10/7/2021) siang usai mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Jenazah Mbah Yai Dien disarekan di makam yang ada di area pesantren.
Sementara itu, pihak keluarga mengimbau agar santri, alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas untuk tidak melakukan takziah lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19. (*/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




