"Kan tidak dilarang beli kopi dan berbagai minuman kesukaan. Tapi jangan nongkrong. Take away. Kopi dan minumannya dinikmati di rumah," kata Ipuk kepada sekelompok anak muda yang diketahui masih berstatus mahasiswa tersebut.
"Teman-teman yang masih muda jangan meremehkan. Iya kalian masih muda, mungkin punya daya tahan tubuh yang bagus, tapi kalau ternyata terpapar lalu nular ke bapak, ibu, kakek, nenek kalian semua, apa tidak kasihan," imbuhnya.
Tidak hanya pada sekelompok anak muda tersebut, satgas juga melakukan tes swab antigen kepada beberapa warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.
Bupati Ipuk mengatakan, pelaksanaan tes swab akan dimasifkan. Testing, tracing, treatment (3T) terus berupaya ditingkatkan. "Kami akan terus intensifkan di tiap kecamatan. Terutama di tempat-tempat keramaian. Saya juga meminta kepada satgas kecamatan untuk lebih intens lagi melakukan pemantauan," tegas Ipuk.










