Adapun untuk menekan penyebaran Covid-19, usai aktivitas jual beli di pasar, pihak Perumda Pasar Lamongan terus melakukan penyemprotan disinfektan sambil memberikan informasi kepada pengunjung agar menjaga kesehatan dengan selalu cuci tangan dan memakai masker.
"Kami akan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, kami ingatkan pedagang dan pembeli untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Karena pasar merupakan tempat berkumpulnya banyak orang," ujarnya.
Hartono menyadari kondisi pandemi yang hingga kini belum hilang, sangat berdampak pada daya beli masyarakat di sejumlah pasar tradisional Lamongan.
"Berdasarkan keluhan para pedagang, ada penurunan daya beli masyarakat, banyak yang mengeluh sepi. Apalagi bulan sekarang tidak banyak orang yang menggelar hajatan, karena bulan Selo, kata orang Jawa," terangnya.










