Tidak hanya itu, acara tersebut juga akan dilanjutkan dengan pengarahan tentang bagaimana penyusunan perencanaan fasilitasi di lapangan. “Sehingga nanti para tenaga pendamping ini dalam melaksanakan kegiatan di lapangan memahami apa yang harus dilakukan sehingga hasilnya bisa optimal,” terang Petir.
Dijelaskan oleh Petir, rencana fasilitasi ini akan terbagi menjadi dua kelas, yang mana untuk 30 tenaga pendamping infrastruktur akan dijadikan dalam satu kelas bersama dengan 3 koordinator kecamatan yang nantinya akan membahas mengenai permasalahan pemberian bantuan bimbingan teknis, penyusunan gambar teknis, dan RAB.
Sementara kelas untuk 30 tenaga pendamping sosial budaya, kepemudaan, pendidikan, dan kesehatan akan membahas tentang pendataan progres kegiatan maupun pendataan masalah dan potensi.
Selanjutnya, para peserta ini akan bertugas untuk memberikan fasilitasi pendataan dan rekapitulasi progres kegiatan Prodamas Plus 2021 di masing-masing RT, RW, dan kelurahan serta pokmas pelaksana swakelola, memberikan fasilitasi pemetaan masalah dan potensi di masing-masing kelurahan lengkap dengan rekapitulasi hasilnya.










