Prof Kiai Miliarder Itu Hampir Jadi Penjual Rokok Asongan di Terminal Joyoboyo Surabaya

Suatu saat, tutur Kiai Asep, sebenarnya ada keluarga yang mau menampung. Tapi tak jadi karena istrinya menolak. “Jangan menampung orang gelandangan,” kata istri orang yang mau menampung itu ditirukan Kiai Asep.

Kiai Asep kembali melanjutkan perjalanan. Sampai dua tahun ia mengembara. Tapi akhirnya ia kembali lagi ke Sidoarjo dan Surabaya. Tapi kemauan kerasnya untuk mencari ilmu tetap membara. Ia pun berinisiatif berjualan rokok asongan di terminal Joyoboyo Surabaya.

Kiai Asep lalu menyiapkan kotak kayu, tempat rokok yang biasanya dibawa untuk keliling menjajakan ke para penumpang bus dan kendaraan lainnya.

“Saat itu (kotak) sudah saya angkat,” kata Kiai Asep.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: