Kamis, 29 Juli 2021 10:06

Batalkan SK Pengangkatan Perangkat Desa, Fajar: Camat Benjeng Lampaui Kewenangan

Jumat, 28 Mei 2021 00:40 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Batalkan SK Pengangkatan Perangkat Desa, Fajar: Camat Benjeng Lampaui Kewenangan
Andi Fajar Yulianto, S.H., C.T.L.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Langkah Camat Benjeng Kabupaten Gresik, Suryo Wibowo, mengeluarkan SK (Surat Keputusan) Nomor 141.2/10/437.108/2021, dikritik oleh praktisi hukum Andi Fajar Yulianto, S.H., C.T.L.

SK Camat Benjeng itu tentang pembatalan keputusan Kepala Desa (Kades) Munggugebang Nomor 141.2/8/427.106.18/2021 tentang pengangkatan Perangakat Desa Munggugebang tertanggal 27 Mei tahun 2021.

Saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Fajar mengatakan jika langkah Camat Benjeng melampaui kewenangan. Ia membeberkan kajian hukum terkait langkah Camat Benjeng yang membatalkan SK Kades tentang pengangkatan Suparno sebagai Kasi Pemerintahan Desa (Pemdes) Munggugebang.

Fajar merujuk Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda) pada pasal 126 ayat 3 huruf a. "Intinya camat sebagai pembina penyelenggara pemerintahan desa," sebutnya.

BACA JUGA : 

7 Warga Meninggal Karena Covid-19, Kades Morobakung Tak Henti Ajak Warga Patuhi Prokes

Kapolres Gresik Imbau Kades Tak Perlu Takut Pakai DD untuk Tangani Covid-19

Ketua RW di Kebomas Pusing, Warga Isoman Covid-19 Non KTP Gresik Tak Bisa Dapat Bantuan

13 Warganya Jalani Isoman, Pemdes Gredek Duduksampeyan Dirikan Posko Tangguh Covid-19

Kemudian, dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 tahun 2018 tentang kecamatan, kewenangan camat di antaranya pelaksanaan teknis kewilayahan sekecamatan, dan bertugas sebagai koordinator kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat, sampai mengkoordinir pemeliharaan sarana prasarana hingga koordinator penyelenggara ketertiban umum.

"Memang camat dapat menerima pelimpahan kewenangan, akan tetapi sebatas aspek perizinan, rekomendasi, dan penetapan-penetapan terkait pengawasan penyelengaraan pemerintahan desa yang diberikan oleh bupati," ucap Fajar.

Karena itu, ia menilai camat tidak berwenang membatalkan keputusan kades. "Justru kades sendirilah diberikan wewenang oleh Undang-Undang dapat membatalkan keputusan yang dibuatnya itu. Atau jelasnya, pembatalan bisa dilakukan oleh setingkat di atas sebagai atasannya dan tentu pembatalan keputusan oleh Pengadilan (UU Nomor 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan). Sedangkan atasan kepala desa bukanlah camat, tapi bupati langsung," urai Direktur Kantor Hukum Fajar Trilaksana ini.

Dari sisi desa, Fajar merujuk Permendagri No. 67 tahun 2017 tentang perubahan atas Permendagri No. 83 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

"Misal tentang kewenangan pada pasal 7 ayat 2, pokok intinya pelaksana tugas kekosongan perangkat desa saja berupa surat resmi dari kepala desa yang tembusannya disampaikan kepada bupati melalui camat. Kemudian, pada ayat 5, pengisian perangkat desa dikonsultasikan/rekomendasi kepada camat. Artinya apa, beberapa petunjuk regulasi itu camat hanya sebagai pembina, pengawasan, fasilitator, dan koodinator," jelas Fajar.

Karenanya, Fajar menyebut langkah Camat Benjeng mengeluarkan SK pembatalan terhadap SK Kades Munggugebang merupakan penyalahgunaan kewenangan. "Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 17 ayat 2 huruf a UU No 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan," kata Sekretaris DPC Peradi Gresik ini.

Dengan demikian, dalam kasus ini maka bola panas ada pada pelantikan Suparno sebagai Kasi Pemdes. Jika yang bersangkutan merasa dirugikan atas keputusan camat itu, maka bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)," pungkasnya. (hud/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...