Febri juga mengaku bersyukur warga atau penghuni rusun bersedia untuk dilakukan tes swab, meskipun jumlahnya hanya 15-20 persen. Apalagi, swab massal pertama itu digelar on the spot, sehingga kemungkinan masih banyak warga penghuni rusun yang tidak tahu informasi tentang swab massal itu. Ia berharap warga bisa mendukung pelaksanaannya.
“Kami sudah pegang datanya di 18 rusun itu, siapa saja yang sudah dites swab, sehingga kami berharap bagi penghuni rusun yang belum agar segera melakukan tes swab," tutupnya. (dra/rev)










