Kisah Pengepul Rongsokan, Sulap Lahan Mati Hasilkan Rupiah untuk Sekolahkan Anak

Romly menceritakan, setiap harinya dia membeli satu sampai lima karung rongsokan dan ditimbang. Dari karung-karung tersebut kemudian dia pilah-pilah dan disortir dikelompokkan menjadi bagian-bagian tersendiri.

"Ada kardus bekas, plastik minuman kemasan, botol serta tutupnya yang saya pisah jadi bagian tersendiri untuk dijual tersendiri. Karena ada nilainya sendiri. Lha, rongsokan-rongsokan ini lalu saya setor setiap minggunya, kadang ya dua minggu, tidak mesti sih mas, karena saya sendiri, jadi keterbatasan tenaga," urai pria 46 tahun ini.

Di kawasan tempatnya tinggal, Romly menempati rumah 8x12 meter yang dibagi dua. Satu untuk kamar, satunya ditempati kardus bekas dan rongsokan yang sudah siap untuk disetor dalam bentuk tali rafia.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: