Kamis, 13 Mei 2021 13:19

Masih Pandemi, Makam Mbah Wasil Kediri Belum Bisa Diziarahi

Minggu, 18 April 2021 16:34 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Masih Pandemi, Makam Mbah Wasil Kediri Belum Bisa Diziarahi
Para peziarah yang terlanjur datang, diarahkan ke pendopo atau ke Masjid Auliya Setono Gedong. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Meski masih masa pandemi Covid-19, hal itu tidak menghalangi sejumlah peziarah untuk datang ke Masjid Auliya Setono Gedong di Kelurahan Setono Gedong, Kecamatan Kota Kediri. Tepatnya di Jalan Dhoho, Malioboro-nya Kota Kediri.

Mereka yang datang sebenarnya tidak hanya ingin menghabiskan waktu di dalam masjid saja, tapi ada juga yang ingin ke Makam Syekh Wasil Syamsudin yang berada di belakang Masjid Auliyah Setono Gedong.

Namun sayang, para peziarah yang datang harus kecewa karena Makam Mbah Wasil masih ditutup sementara karena pandemi Covid-19. Meski tak bisa berziarah ke Makam Mbah Wasil, para peziarah masih diperkenankan oleh petugas untuk berada di Pendopo Setono Gedong ataupun di masjid.

Fendi (30), peziarah asal Krian, Sidoarjo mengaku sengaja datang ke Kediri bertujuan ziarah ke Makam Mbah Wasil. Namun karena Makam Mbah Wasil masih ditutup, sehingga ia hanya bisa berdoa dari masjid atau pendopo.

BACA JUGA : 

Warga Kediri Tewas Terkena Ledakan Petasan yang Dibuatnya Sendiri, Tubuh Putus Menjadi Tiga Bagian

Larang Takbir Keliling, Polres Kediri Kota Siapkan 12 Titik Penyekatan

Polres Kediri Kota Salurkan Zakat Fitrah dan Mal ke Sejumlah Yayasan

Razia Balap Liar, Polres Kediri Amankan Puluhan Sepeda Motor

"Saya datang tadi malam. Maunya langsung berziarah ke Makam Mbah Wasil tapi tidak bisa masuk makam karena makam masih ditutup katena pandemi. Oleh perugas, saya diarahkan ke pendopo atau di masjid saja," kata Fendi saat ditemui di teras Masjid Auliya Setono Gedong, Minggu (18/4).

(Makam Mbah Wasil yang pintu masuknya tampak ditutup) 

Soni Iswayudi, Komandan Linmas Kelurahan Sentono Gedong, membenarkan bahwa Makam Mbah Wasil masih ditutup sementara selama pandemi ini.

"Bagi peziarah yang terlanjur datang, diarahkan ke pendopo atau di masjid saja. Kalau ditolak tentu kasihan, karena mereka datang dari jauh. Ada yang dari Nganjuk, Mojokerto, Jombang, Surabaya, Cirebon, dan dari kota-kota lain di sekita Kediri," kata Soni saat berjaga di luar makam.

Menurut Soni, Makam Mbah Wasil memang selalu ramai oleh peziarah ketika bulan Ramadan. Tapi karena pandemi Covid-19, makam ini ditutup untuk umum sejak 2020.

"Semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga para peziarah bisa bebas lagi berziarah ke Makam Mbah Wasil," harap Soni.

Lalu, siapa sebenarnya Mbah Wasil itu? Mbah Wasil atau Syekh Wasil Syamsudin, konon merupakan guru spiritual Raja Kerajaan Kediri, Sri Aji Jayabaya, yang berasal dari Timur Tengah. Mbah Wasil berniat menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, khususnya di Kediri yang saat itu merupakan kerajaan besar di nusantara.

Dikutip dari buku berjudul "Inskripsi Islam Tertua di Indonesia" oleh C. Guillot, Luvdik Kalus, dan Willem Molen, Mbah Wasil merupakan tokoh penyebaran agama Islam yang terkenal di Jawa Timur, termasuk Kediri pada sekitar abad 10 Masehi.

Hal pertama yang dilakukan Mbah Wasil saat menyebarkan Islam di Kediri adalah dengan melakukan pendekatan ke warga. Tujuannya agar kehadirannya bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

Metode dakwah melalui pendekatan ini dilakukan karena saat itu warga Kediri sudah memiliki keyakinan lain. Di Kediri ketika itu banyak situs-situs berupa arca sebagai lokasi sembahyang.

Melalui pendekatan, Mbah Wasil berhasil menyebarkan Islam di Kediri. Islam pun berkembang pesat di wilayah yang kini dikenal dengan Kota Santri itu.

Setelah Mbah Wasil wafat, jenazahnya dikebumikan di area Masjid Setono Gedong. Selain Syekh Wasil, ada juga beberapa tokoh Islam yang dimakamkan di sini. Mereka antara lain Wali Akba, Pangeran Sumende, Sunan Bagus, Sunan Bakul Kabul, Kembang Sostronegoro, Mbah Fatimah, dan Sunan Amangkurat 3. (uji/ian)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 13 Mei 2021 08:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Tulisan Dahlan Iskan tentang Revolusi Energi edisi 2 ini menarik dinikmati pada Hari Raya Idul Fitri. Memang tergolong berat dan berbobot. Tapi mudah dicerna. Apalagi ditulis secara "sederhana" dalam bentuk pointer-pointer ...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...