Kamis, 15 April 2021 02:46

Targetkan Latih 10.000 Vaksinator, Alodokter Gandeng Dinkes, Puslatkesda, dan IDI

Kamis, 08 April 2021 20:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Diyah Khoirun Nisa
Targetkan Latih 10.000 Vaksinator, Alodokter Gandeng Dinkes, Puslatkesda, dan IDI
Press conference virtual terkait pelaksanaan pelatihan vaksinator massal.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Alodokter bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah (Puslatkesda), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengadakan pelatihan vaksinator massal.

Presiden Direktur & Co-Founder Alodoketer, Suci Arumsari mengatakan, pelatihan ini tidak hanya dikhususkan untuk doktor atau perawat, namun juga tenaga non medis. Karena kegiatan vaksinasi yang terdiri dari beberapa meja tersebut juga melibatkan tenaga non medis.

"Pelatihan vaksinator ini sesuai dengan misi kami untuk membantu pelaku industri kesehatan di era health-tech meningkatkan mutu pelayanan medis. Nantinya pelatihan ini dilakukan dalam sehari, namun berkualitas," katanya saat press conference virtual, Rabu (7/4/2021).

Target yang diharapkan adalah 10.000 tenaga kesehatan. Nantinya mereka juga akan mendapatkan sertifikasi vaksinator Covid-19. Pelatihan akbar ini digelar guna membantu percepatan program vaksinasi pemerintah yang menargetkan lebih dari 180 juta orang Indonesia telah divaksin pada kuartal pertama 2022.

BACA JUGA : 

Pemkot Surabaya Lakukan Sweeping Vaksin Pada Lansia

6.821 Karyawan dan Pensiunan Petrokimia Ikuti Vaksinasi di SVB BUMN

​Jika Vaksin Nusantara Terlambat, Tiongkok Produksi, Dahlan Iskan: Kita Gigit Jari

​Tak Mau Bebani Negara, Advokat Ini Minta Jokowi Beri Izin Vaksinasi Mandiri Individu

Target yang diharapkan adalah 10.000 tenaga kesehatan. Nantinya mereka juga akan mendapatkan sertifikasi vaksinator Covid-19. Pelatihan akbar ini digelar guna membantu percepatan program vaksinasi pemerintah yang menargetkan lebih dari 180 juta orang Indonesia telah divaksin pada kuartal pertama 2022.

Kepala Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Nisma Hiddin, S.H., M.M. mengatakan, vaksinator ini memang bukan hanya dokter atau perawat, tetapi juga non medis. Sebab saat pelaksanaan vaksinasi, peserta akan melewati 4 meja, mulai dari registrasi, screening, vaksinasi, hingga observasi dan pemberian sertifikat vaksinasi.

"Setelah mengikuti pelatihan, peserta bisa melakukan pelayanan vaksinasi sesuai protokol. Mengapa pelatihan ini sangat penting? Karena vaksinator harus memiliki sertifikat," ungkapnya.

Adapun beberapa materi dan kegiatan yang dilakukan dalam pelatihan antara lain, menjelaskan epidemiologi dan patofisiologi Covid-19, melakukan microplanning dan pengelolaan rantai dingin vaksin, melakukan pelayanan vaksinasi, melakukan pencatatan dan pelaporan vaksinasi, melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan vaksinasi, serta melakukan surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Sementara Sekretaris IDI Wilayah DKI Jakarta, Fery Rahman, M.K.M., menambahkan, Program Pelatihan Vaksinator ini akan dilaksanakan dalam 3 gelombang. Gelombang pertama telah dimulai awal minggu ini.

"Sertifikat akan diberikan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan memenuhi persyaratan, yaitu telah mengikuti minimal 95 persen dari keseluruhan jumlah jam pembelajaran, serta memenuhi nilai minimal 70 dari hasil evaluasi dari pelatihan," tutupnya. (diy/rev)

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...