Selasa, 20 April 2021 04:16

Kian Pedas, Harga Cabai di Tuban Lampaui Daging Sapi

Kamis, 04 Maret 2021 17:24 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Gunawan Wihandono
Kian Pedas, Harga Cabai di Tuban Lampaui Daging Sapi
Pedagang cabai di pasar. (foto: ist)

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Harga cabai di Pasar Baru Tuban kian melambung tinggi. Saat ini, harga 1 kilogram cabai rawit merah tembus di angka Rp120 ribu, Kamis (4/3/2021). Itu sudah melampaui pasaran daging sapi murni dengan harga Rp110 ribu per kilogramnya.

Galiatun, Pedagang Pasar Baru Tuban mengatakan jika harga komoditas hortikultura itu terus mengalami kenaikan. Khususnya cabai rawit merah yang semakin mahal. "Kemarin masih seharga Rp110 per kilogram, hari ini naik Rp10 ribu," ujar perempuan berusia 50 tahun tersebut.

Penjual asal Desa Klutuk, Kecamatan Tambakboyo itu menambahkan, harga cabai varian lainnya juga masih cukup tinggi, meskipun terbilang cukup stabil. Di antaranya, cabai tampar atau keriting Rp50 ribu, dan cabai hijau Rp35 ribu per kilogram.

"Harga cabai lainnya juga terbilang cukup tinggi. Cabai plompong hijau dan merah masing-masing seharga Rp20 ribu dan Rp45 ribu per kilogram," imbuhnya.

BACA JUGA : 

​Antisipasi Aksi Balap Liar, Polres Tuban Siagakan Personel di JLS dan Soekarno-Hatta

Janji Bupati Tuban Naikkan Gaji GTT dan PTT Setara UMR Belum Tercapai

Cerita 16 Nelayan Terombang-ambing 2 Jam di Laut, Hingga Diselamatkan Kapal MT Queen Majesty

Kapal Terbakar, 16 Nelayan yang Diselamatkan Kapal MT Queen Tiba di Tuban

Sementara pedagang lainnya, Rumiyatun mengatakan, tingginya harga cabai itu diduga karena pengaruh ketersediaan stok komoditas cabai yang tidak terlalu banyak. Dia menuturkan, selama ini dirinya menerima stok sebanyak 15 kilogram. Namun, semenjak harga cabai naik, dirinya hanya bisa menjual sebanyak 10 kilogram saja.

"Sekarang hanya mendapat suplai sebanyak 10 kilogram setiap hari, sudah seminggu lebih harga cabai di kisaran Rp90 ribu sampai Rp120 ribu per kilogram," ujarnya.

Terkait meroketnya harga cabai, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban Agus Wijaya mengakui belum bisa mencari solusinya. Hal itu disebabkan, adanya kendala di wilayah budi daya. Beberapa petani mengalami kendala sehingga mereka tidak bisa panen secara maksimal.

"Curah hujan yang masih tinggi berimbas hasil panen di petani kurang maksimal, banyak petani yang mengalami gagal panen," ujarnya.

Untuk menjaga ketersediaan pasokan, pihaknya telah berkoordinasi dengan daerah lain supaya tidak terjadi kelangkaan, sehingga dengan begitu diharapkan mampu menekan harga cabai di bawah Rp100 ribu per kilogram.

"Jangan sampai terjadi kelangkaan suplai cabai. Syukur-syukur bisa kembali ke harga normal, tapi itu masih membutuhkan waktu," tutupnya. (gun/zar)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...