Wali Kota Kediri Kumpulkan "Pawang Air" Untuk Cegah Banjir di Kota Kediri

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengajak para "pawang air" ini untuk saling bersinergi dengan Pemerintah Kota Kediri dalam hal menangani permasalahan debit air tinggi di Kota Kediri. Wali kota berharap rapat koordinasi ini dapat menjadi solusi dan dapat mengurangi risiko seperti kebanjiran.

“Saya berharap kita punya pemikiran yang sama, karena Kota Kediri ini selain diuntungkan dengan adanya Sungai Brantas, tapi juga ada efeknya. Karena kita itu berada di daerah cekungan, jadi kita harus punya sungai-sungai yang lancar alirannya. Dan nanti kita mengecek kondisi di lapangan untuk mengurai semua permasalahan ini,” kata wali kota.

Menurut wali kota, hasil rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa strategi, antara lain untuk menanggulangi banjir pertama, nantinya akan dibuat outlet di beberapa titik di Kota Kediri. Tujuannya untuk mempercepat air-air yang mengantre. Saat ini di timur sungai, dari drainase sebanyak 5 outlet dan outlet dari sungai sebanyak 4.

Kedua, lanjut wali kota, yang harus disepakati bersama adalah memastikan Kali Kedak dan Kali Ngampel bisa mengalirkan air dengan lancar. Selain itu, juga ada kendala besar yang sudah menahun, yaitu banjir di timur rel kereta api Jl. Hasanudin dan Jl. Patimura. Rel kereta api ini yang membuat kediri sering banjir. Karena jembatan-jembatan aliran sungai itu kecil-kecil semua.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Wali Kota Kediri Kumpulkan "Pawang Air" Untuk Cegah Banjir di Kota Kediri - Halaman 2