Senin, 10 Mei 2021 05:04

Berada di Area Terbuka di Madiun, ​Khofifah Resmikan RS Lapangan Joglo untuk Pasien Covid-19

Rabu, 03 Februari 2021 18:50 WIB
Editor: MMA
Berada di Area Terbuka di Madiun, ​Khofifah Resmikan RS Lapangan Joglo untuk Pasien Covid-19
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas burung saat meresmikan RS Lapangan Joglo Dungus Madiun yang berada area terbuka dan sejuk di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Rabu (3/2/2021). foto: ist/ bangsaonline.com

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus berusaha memperluas pelayanan rujukan pasien Covid-19 dan memutus mata rantai penyebaran virus corona di wilayah Mataraman.

Hari ini, Rabu (3/2), Gubernur Khofifah meresmikan RS Lapangan Joglo Dungus Madiun yang berada di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Dulu Rumah sakit ini bekas sanatorium atau tempat rehabilitasi bagi pasien Tuberkulosis (TBC) yang kemudian direhab dan direnovasi. Berlokasi di area terbuka, RS ini memiliki udara yang sejuk karena dikelilingi pepohonan yang rimbun.

RS Lapangan Joglo Dungus ini memiliki 150 tempat tidur (bed) yang di antaranya terdiri dari ruang perawatan dengan hepafilter, 5 unit joglo, 3 rumah limasan, serta ruang High Care Unit (HCU) yang mampu menampung 7 bed.

BACA JUGA : 

Cek Harga Sembako bersama Gus Ipul, Khofifah Support Renovasi Pasar Besar Pasuruan

Kunjungi Showroom Bipang Jangkar di Pasuruan, Gubernur Khofifah: Halal dan Melegenda

​Pisah Sambut Pangkoarmada II di Atas KRI Bima Suci, Khofifah Minta Sinergitas Dilanjutkan

​Sertijab Bupati-Wabup Pacitan, Khofifah: Jatim Penyumbang Padi 18,2% Tertinggi se-Indonesia

Adapula fasilitas pendukung seperti command center, ruang radiologi, laboratorium, poliklinik, area jogging track, mushola untuk putra dan putri, serta tempat relaksasi. Bangunan joglo ini terpisah dari bangunan bagi pasien umum, dan tiap unit terdapat hepafilter sehingga mengurangi rusiko penularan Covid-19.

Dengan diresmikannya RS Lapangan Joglo Dungus ini, Gubernur Khofifah berharap mampu memberikan pelayanan percepatan kesembuhan bagi pasien Covid-19. Tidak hanya di Kabupaten maupun Kota Madiun, namun juga wilayah Mataraman seperti Nganjuk, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Magetan dan sekitarnya.

Dengan lokasi yang berada di area alam terbuka dan udara yang sejuk, Khofifah berharap suasana ini mampu memberikan terapi psikologis yang membuat pasien Covid-19 lebih tenang dan bahagia. Sehingga imunitas mereka meningkat dan cepat sembuh.

Berbeda dengan dua rumah sakit lapangan Covid-19 Pemprov Jatim yang telah lebih dulu beroperasi yakni di Indrapura Surabaya dan Ijen Boulevard Kota Malang, rumah sakit lapangan di Dungus ini memiliki bangunan dan lingkungan alam yang sangat asri. Sehingga, lanjut Khofifah, rumah sakit ini memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif di luar dari kualitas layanannya.

“Suasana keindahan di Dungus ini menjadi bagian penting untuk pasien Covid-19 karena mereka butuh suasana paikologis yang membuat happy dan tenang. Jadi suasana seperti ini seperti banyak pepohonan yang sudah berusia sekian puluh tahun, menjadi bagian dari support untuk memberikan percepatan penyembuhan bagi pasien Covid-19,” katanya.

Menurut dia, pelayanan dengan format rumah-rumah joglo dan limas yang ada di rumah sakit ini menjadi inovasi tersendiri yang bisa berseiring dengan lingkungan yang ada. Tentunya hal ini bisa menjadi motivasi bagi pasien agar cepat sembuh dan mampu men-support para nakes dalam memberikan layanan.

Khofifah juga berharap, peresmian RS Lapangan Joglo Dungus ini sekaligus menjadi ikhtiar dalam mempercepat layanan dan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 terutama di wilayah Madiun Raya dan Mataraman. Apalagi, persentase penambahan kasus aktif di Mataraman, yakni Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Trenggalek bulan Januari kemarin cukup tinggi.

“Kita berharap akan terus terkendali dan melandai. Beberapa daerah di Mataraman yang juga melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap kedua ini, seperti Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Trenggalek, serta Nganjuk. Jadi rumah sakit ini tidak hanya bagi warga Kabupaten/kota Madiun, tapi juga wilayah lain apalagi Magetan, Ngawi, dan Nganjuk sempat zona merah Januari lalu,” katanya.

Menurut dia, dengan adanya RS Lapangan Joglo Dungus ini maka diharapkan kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit rujukan menurun sehingga ada relaksasi terutama bagi para nakes. Sehingga, rumah sakit tidak overload dan masyarakat memiliki pilihan untuk bisa mendapatkan percepatan layanan.

“Tentunya kita berharap bahwa masing-masing diantara kita terus menyampaikan pesan bagaimana meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan, itu yang penting. Bagaimana yang sehat dijaga supaya tetap sehat, dan bagi yang terpapar agar bisa segera mendapatkan layanan dan cepat sembuh,” terangnya. (tim)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...